terkadang dua hal bertolak belakang dapat menjadi sebuah subjek yang melekat pada sebuah objek yang sama, misal pahit dan hitamnya kopi menyatu dengan putih dan manisnya gula, berbeda namun aku yakin semua sepakat jika perpaduan tersebut adalah hal yang nikmat.
tapi ini bukan tentang kopi dan gula meskipun ini tentang pahit dan manis, ini tentang kamu, sebuah objek yang dilengkapi dua buah subjek yang bertolak belakang, mungkin aneh menjadikan kamu objek dan menjadikan pahit dan manis sebagai subjek, tapi aku bukan mau membahas tentang kamu, yang aku ingin bahas adalah tentang pahit dan manis bersama kamu.
mengenal kamu mungkin biasa saja bagi orang lain, tapi luar biasa bagiku, kamu mungkin biasa di mata orang lain, tapi luar biasa dimataku. kata "luar biasa" yang aku sandangkan untukmu bermakna ganda, yaitu pahit dan manis, luar biasa pahit dan luar biasa manis.
oh ya, mungkin aku harus merubah posisi kata pahit dan manisnya, karena yang aku rasakan manis terlebih dahulu kemudian pahit tak ada hentinya.
mengenalmu cukup lama akhirnya kita bisa dekat juga, bagiku itu memang sungguh luar biasa, dekat denganmu akhirnya memiliki juga, bagiku itu lebih luar biasa lagi, memilikimu akhirnya dikhianati juga, sungguh seribu kata luar biasa pun tak cukup wakili kekecewaanku padamu yang begitu mencintaimu dengan luar biasa.
bagiku kamu wanita baik yang sangat lugu, lucu dan membuat aku selalu bahagia dikala dulu, namun kini semua berbeda, pandanganku berubah 180° terhadap kamu, bertolak belakang, bahkan mungkin aku sebut saja menjadi antonim dugaanku sebelumnya.
apakah kamu merasa bahagia saat bersamaku?, tak perlu kamu jawab karena aku tahu bahwa tak mungkin mendua jika bahagia.
setelah tahu kamu mendua aku merasa sangatlah bodoh, merasa mengapa aku baru tahu dan baru curiga belakangan ini, padahal kamu sudah lama mendua, mungkin ini karna aku yang terlalu percaya semua omong kosongmu, semua alasanmu yang membodohiku.
sakit, kecewa, marah, bahkan murka, rasanya aku sangat membencimu saat ini setelah aku sangat mencinta dimasa lalu.
entah mengapa semua tak percaya kamu menduakanku, mungkin karena kepura-puraan kamu sebagai wanita lugu terlalu apik. semua menanyakan apa salahku padamu, yang aku tahu hanya dua salahku yaitu salah karena terlalu mencintaimu, dan salah karena terlalu bodoh dalam mencintaimu.
mereka tahu aku akan melakukan hal yang membahagiakanmu, mereka tahu aku akan memperlakukan kamu lebih dari semua mantanku, bahkan kamu tahu tentang keseriusan aku.
mereka sahabatku juga mengerti sakit ini, diduakan wanita yang terluhat lugu dan lucu, semacam kotak mas berisi ular, terlihat cantik namun mematikan.
mungkin aku itu seperti kerbau yang dicocok hidungnya, hanya menurut saja apa maumu, marah pun tak mampu karena sakit, mungkin saat ini hidungku luka karena ulahmu sehingga kamu aku seruduk.
apa itu cukup gambarkan betapa marahnya aku padamu?. seoertinya sakit ini tak terwakili oleh kata apapun.
dan satu hal yang lebih sakit, kamu tak pernah meminta maaf telah menduakanku, kamu merasa kamu benar dan tak pedulikanku, betapa sakit rasanya justru aku yang tak dianggap.
malam ini aku merasa sangat menyesal pernah mengenalmu, sangat sakit hatiku, sangat benci aku padamu.
selamat malam dusta yang bangkitkan murka......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar