Bunyi jam weker menggebu-gebu
Ingatkanku untuk lanjutkan hidupku
Sang mentari pun seolah mengetuk jendela kamarku
Memaksa masuk dan sinari hariku
Nampaknya ia sangat cemburu
karna kau telah hadir sinari hatiku
kau tak begitu terang
tak peduli siang atau malam
sinarmu takkan tergantikan
bahkan kau membuat iri mentari dan rembulan
yang hanya mampu sinari bumi bergantian
tak seperti cahayamu yang kekal dalam hati
sampai kapanpun tak akan mati
tetaplah sinari diriku
sinar terangmu seolah hidupkanku
masalah seolah mudah berlalu
semenjak kau mulai terangi hatiku
semua lebih mudah
semua lebih indah
percayalah, kita akan selalu bersama
--arief dennisyah--
layaknya gelap dan terang yang berbeda namun takkan terpisah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar