Sendu sepi hidupku kini, ego,
berani, dan hampa saling berpadu membungkus hatiku ini. Bukan lelah yang
kunanti, bukan bukan harapan kosong yang kucari, tapi apakah ini sang jati
diri?? Aku tak mengerti semua ini??...semangatku mulai layu, tapi kupaksa
tutupi itu, semua hanya demi impianku tuk dapat membelai rambut hitammu.
Ku berlari dalam kehampaan, ku
berjalan dalam kekosongan, entah aknkah ada kepastian dalam mengejar apa yang
ku dambakan…
Tak berani aku menoleh
kebelakang, rasa sakit dalam kehampaan yang kurasakan,
Ceritakan…….
Ceritakan…….
Ceritakan……..
Ingin aku bercerita pada dunia,
namun ku ragu karna ku takut semua ini fana. Kisah manis yang sepertinya tak
pernah ku genggam lama. Hanya computer dan kepulan asap dari kopi yang ku seduh,
ditemani pahitnya masa lalu, entah mengapa ragu aku berikan gula kehidupan pada
kopiku. Hidupku memang seperti kopi susu. Kadang pahit dan hitam laiknya kopi,
namun sedikit susu putih yang manis mampu memberikan kenikmatan.
Ini ceritaku tentang seorang
wanita, entah wanita seperti apa?? Yang jelas kini aku gila. Gila dibuatnya…
Ia memberikan goresan warna pada
hidupku, padahal aku tau aku belum mendapatkannya, kan ku kejar ia selagi ku
bias, meskipun aku harus berjalan di lorong tanpa kepastian namun berjuta
rintangan. Tiada takutku tuk hadapi itu, dibanding harus kembali ke masa lalu.
Baying-bayang masa lalu kian mengejarku.
Aku terpaku. Aku membisu. Namun
aku harus tetap berlari tanpa harus terjatuh.
Entah mengapa di berbeda dengan
wanita lainnya, seolah aku tak ingin ia hanya menjadi persinggahan. Entah
bagaimana ku harus yakinkan. Yang ku tahu cintaku tak palsu walau entah yang ku
kejar begitu terasa semu…
Tiada lagi yang dapat aku
ceritakan. Karna aku kini dalam pelarian. Berlari di ruang kehampaan. Hanya
sebercak api yang ku pegang. Berharap semua akan menjadi terang dan
menyenagkan.
Lihatlah aku….
Lihatlah aku….
Lihatlah aku…
Aku tak semu…
Aku tak semu…
Aku tak palsu….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar