mamat : (baru sadar dari pingsan) dimana aku?
dokter : bapak sedang ada di rumah sakit.
mamat : emangnya saya kenapa pak?
dokter : kamu tadi kecelakaan, kamu ketabrak mobil.
mamat : lalu bagaimana kondisi saya saat ini dok?, saya cuma luka kecil aja kan?
dokter : maaf pak, saya sudah berusaha sebaik mungkin, tapi tuhan berkehendak lain (wajah muram)
mamat : saya kenapa dok? (panik)
dokter : maaf pa mamat, kedua kaki bapak harus kami amputasi.
mamat : (terkejut), tapi ga apa-apa kan dok?, saya masih bisa jalan kan dok?
dokter : (bingung, diam, dan hanya menggelengkan kepala)
mamat : oh, jadi ga apa-apa, alhamdulillah
saat mamat membuka selimut ia kaget dan pingsan, karena ia sudah tidak memiliki kaka lagi.
mamat : (baru sadar dari pingsan) dimana aku?
dokter : bapak sedang ada di rumah sakit.
mamat : emangnya saya kenapa pak?
dokter : kamu tadi kecelakaan, kamu ketabrak mobil.
mamat : lalu bagaimana kondisi saya saat ini dok?, saya cuma luka kecil aja kan?
dokter : maaf pak, saya sudah berusaha sebaik mungkin, tapi tuhan berkehendak lain (wajah muram)
mamat : saya kenapa dok? (panik)
dokter : maaf pa mamat, kedua kaki bapak harus kami amputasi.
mamat : (terkejut), tapi ga apa-apa kan dok?, saya masih bisa jalan kan dok?
dokter : (bingung, diam, dan hanya menggelengkan kepala)
mamat : oh, jadi ga apa-apa, alhamdulillah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar